Beauty Tips

Jangan Cuma Ikut Tren! Ini Fungsi Bahan Aktif Skincare yang Wajib Kamu Tahu

Pernah gak sih ngerasa penasaran sama kandungan-kandungan skincare yang sering kali jadi kebanggaan produk tertentu? Di industri kecantikan yang berkembang pesat ini hampir semua produk perawatan kulit akan menonjolkan salah satu senyawa tertentu dengan manfaatnya masing-masing.

Belum banyak orang yang mengetahui fungsi, cara kerja, ataupun kecocokan dengan kondisi kulit dari bahan aktif dan hanya mengetahui namanya saja. Memahami bahan aktif yang terkandung dalam skincare merupakan langkah penting agar perawatan kulit tidak sekedar tren tapi benar-benar efektif dan juga aman.

Simak bahan-bahan skincare yang sangat sering muncul dan ditulis di produk skincare beserta fungsinya:

1. Niacinamide

Vitamin B3 memiliki turunan yaitu niacinamide yang banyak digunakan untuk skincare modern. Dikenal dengan kemampuannya yang multifungsi karena bisa membantu mencerahkan kulit, memperbaiki skin barrier, mampu mengontrol sebum, dan juga membantu meredakan kemerahan yang diakibatkan oleh jerawat ringan.

Pada konsentrasi yang lebih rendah, bahan aktif ini dapat dikatakan relatif aman untuk semua jenis kulit, bahkan kulit sensitif. Sedangkan pada konsentrasi tinggi yang mencapai di atas 10%, niacinamide dapat menimbulkan rasa panas atau kemerahan pada sebagian orang meskipun sementara. Ada baiknya pengguna pemula menggunakan produk dengan bahan aktif ini dengan kadar yang lebih rendah

2. Hyaluronic Acid

Sebagai humektan yang berfungsi menarik dan mengikat air dalam kulit, Hyaluronic Acid (HA) sering kali ditemukan pada toner, serum maupun moisturizer.

Hyaluronic Acid bukan melembapkan tapi mempertahankan air yang sudah ada di dalam lapisan kulit. Sehingga perlu menggunakan pelembap agar hidrasi tetap terkunci atau HA akan menarik air dari lapisan kulit yang lebih dalam.

3. Salicylic Acid

Salah satu kelompok BHA, Salicylic Acid dapat menembus pori-pori dan bertugas membersihkan minyak dan sel kulit mati yang menyumbat. Sangat efektif untuk kulit berminyak dan berjerawat tapi penggunaan berlebihan dapat mengakibatkan kulit kering dan iritasi. Jadi tidak disarankan untuk penggunaan bersama terlalu banyak bahan exfoliasi lain.

4. AHA (Alpha Hydroxy Acid)

Punya fungsi eksfoliasi permukaan kulit, AHA berguna untuk membantu mempercepat regenerasi sel kulit sehingga wajah terlihat lebih cerah dan halus. Bekerja di lapisan atas kulit untuk mengatasi kulit kusam dan tekstur kulit yang tidak merata. Tapi AHA membuat kulit menjadi lebih sensitif pada matahari sehingga penggunaan sunscreen di pagi hari menjadi hal yang wajib ketika menggunakan produk dengan AHA.

5. Retinol

Jadi Gold standard anti aging yang merupakan turunan vitamin A, Retinol bisa membantu pergantian sel kulit, menyamarkan garis halus, mengatasi jerawat dan tekstur kulit tidak rata. Retinol termasuk bahan aktif yang kuat dan berisiko menimbulkan iritasi jika digunakan langsung dengan konsentrasi tinggi. Bahkan tidak dianjurkan untuk ibu hamil

6. Vitamin C

Kulit juga butuh antioksidan untuk melawan radikal bebas, mencerahkan kulit bahkan merangsang produksi kolagen yang juga berguna untuk memudarkan bekas jerawat. Vitamin C mudah teroksidasi jika terpapar cahaya dan udara sehingga produknya dikemas dengan botol gelap kedap udara. Kulit sensitif lebih baik memilih turunan vitamin C yang lebih ringan.

7. Centella Asiatica

Punya sifat menenangkan dan membantu mempercepat penyembuhan kulit, Centella Asiatica atau Cica ini banyak digunakan untuk perawatan dan perbaikan skin barrier. Meski terbuat dari bahan alami Cica juga memungkinkan munculnya reaksi alergi pada sebagian kecil orang.

8. Ceramide

Merupakan lipid alami yang berfungsi menjaga skin barrier dan mencegah kehilangan air berlebih, meskipun sebenarnya kulit manusia sudah memilikinya. Sangat bermanfaat untuk kulit kering, sensitif atau terjadi kerusakan skin barrier. Kerjanya tidak seinstan bahan eksfoliasi, tapi memberikan manfaat jangka panjang jika digunakan secara rutin.

9. Peptide

Sebuah rantai asam amino untuk merangsang produksi kolagen dan elastin. Peptide sering ditemukan pada produk anti-aging karena bahan ini dapat membantu menjaga elastisitas kulit dan lebih lembut dan aman dikombinasikan dengan bahan lain. Tapi hasilnya tidak instan dan bertahap dengan penggunaan rutin dalam jangka waktu tertentu.

10. Tea Tree Oil

Sering ditemukan pada produk-produk perawatan untuk kulit berjerawat karena Tea tree oil bersifat antibakterial. Bahan ini dapat dikatakan efektif tapi cukup kuat dan menyebabkan iritasi jika konsentrasinya terlalu tinggi. Ada baiknya pemilik kulit sensitif yang ingin memilih produk dengan bahan ini, pilih produk dengan formulasi seimbang daripada tea tree oil yang murni.

Saya Keira Elviana, pecinta makeup natural, outfit chic, dan gaya hidup yang tenang. Di Bluechictee.com, saya menulis tentang fashion modern, skincare harian, bodycare, dan beauty tips yang cocok untuk perempuan aktif. Saya ingin membantu anda menemukan gaya yang nyaman, perawatan yang pas, dan rutinitas yang bikin anda lebih percaya diri setiap hari.